Tuesday, July 9, 2013

Musik Penyejuk Jiwa - Maher Zain 2013

Siapa yang tidak kenal Maher Zain, beliau seorang musisi Islam yang sangat terkenal. Lagu-lagunya sangat menenangkan dan menyejukkan Kalbu.

Berikut Merupakan beberapa lagunya yang menurut saya sangat menarik, sangat menyejukkan jiwa, dan bisa menjadi perenung buat kita disaat kita menghadapi kegalauan.

Tetapi jangan lupa, Obat dari segala kegalauan adalah Al-Quran, dan Lagu Maher zain hanyalah media Implementasi Al-Quran, :)

Berikut lagu berjudul Ramadhan. Musik ini dinyanyikan dengan 4 bahasa, wah, sangat enak di dengar, :)


(Versi Bahasa Inggris)


(Versi Bahasa Melayu-Indonesia)



(Versi Bahasa Arab)



(Versi Bahasa Turky)



dan satu lagi lagu berjudul Dunya, tentang kenikmatan dunia yang sementara, bisa menjadi renungan untuk tujuan hidup kita, :)







Semoga Bermanfaat!

--- >>> Pesan saya, Kunjungi juga Blog saya satunya, di Sini, dan Jangan Lupa di Comment Artikel-artikel Blog Saya Teman, Thank!!! :)


Perjalanan Hidup



Dunia tidak sekecil daun kelor, aku rasa itu ungkapan yang tepat saat ini. Saya tulis dan saya buat blog ini bertepatan dengan awal puasa ramadhan Tahun 2013. Saya tulis tentang perjalanan hidup saya di Tahun yang menurut saya adalah masa paling kelam.


Saya adalah seorang muslim, saya tidak mengatakan saya adalah orang islam yang baik, karena jujur, saya bukan penganut agama yang taat. Hidup saya dari dulu adalah seperti apa yang ada di pikiran saya, dan ada di hati saya. Saya jalani menurut apa kemauan saya.


Menurut saya hidup adalah pilihan, semua tentang pilihan. Saat kita lapar, kita memilih untuk makan atau tidak makan itu merupakan bagian dari hidup. Semua yang kita lakukan adalah pilihan, pilihan yang memiliki resiko dan tanggungjawab. Setiap tindakan kita pastinya memiliki unsur sebab dan akibat. Maka dari itulah, bila anda seorang yang perhatian dengan kehidupan anda, kehidupan masa depan anda, maka jagalah tindakan dan segala sesuatunya dalam kehidupan anda karena kecil atau besar akan memiliki unsur sebab akibat dalam hidup anda.


Namun, ada baiknya anda tidak perlu khawatir, dan terlalu was-was dalam melakukan sesuatu, apalagi tindakan melakukan sesuatu itu masih baru. Karena banyak orang mengalami kemunduran hidup karena tidak bernai melangkah ke arah yang baru.


Coba anda bayangkah bila semua yang ada di dunia ini adalah orang-orang yang ragu-ragu dalam mempelajari dan melakukan suatu tindakan yang baru, pastinya dunia ini masih mengalami masa primitif. Mereka yang memberi perubahan dalam hidup, seperti penemu lampu, listrik, telepon dll tentunya awalnya mengalamni puluhan, bahkan ratusan dalam kegagalan. Banyak hal yang kesannya tidak mungkin, akhirnya bisa dikatakan memang bisa, dan pasti bisa.


Saya bangga dengan agama yang saya anut, tetapi saya tidak bangga dengan orang-orang yang menganut agama yang sama seperti saya, terutama yang berada dinegara saya ini, Indonesia, negara yang terkenal mayoritas Muslim.


Ini bukan masalah nasionalisme, ataupun cinta tanah air, karena saya sebagai muslim hanya diajari tentang mengakatan ketegasan, bukan tentang kekerasan. Katakan apapun kalau itu memang benar.


Saya bukan orang yang sempurna dalam beragama, tetapi saya tidak suka orang melakukan sesuatu atas nama agama, tanpa dia mengetahui apa itu sudah sesuai dengan ajaran agamanya atau tidak.


Bagi saya Agama itu milik Tuhan, Islam adalah agama Tuhan. Saya sebagai manusia hanya pengikut, saya hanya seorang yang beragama islam dengan mengikuti ajaran Nabi Muhammad, sebagai Rasulullah terakhir.


janganlah mudah mengatakan saya Islam 100%, karena dalam alquran sendiri disebutkan Islam adalah agama semua Nabi, maka apakah anda sudah mempelajari semua ajaran para nabi? karena Islam nabi Muhammad adalah pelengkap dari ajaran nabi sebelum beliau.


“Hari ini telah aku sempurnankanbagi kamu agamamu (Islam) dan telah aku sempurnakan segala nikmatku kepadamu dan akupun ridha Islam sebagai agamamu. ” (Qs. al-Maidah [5]:3)


Islam itu indah, mengajarkan perdamaian dan mengutamakan cinta kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan. Islam mengajarkan tentang bagaimana keseimbangan hubungan sesama makhluk dan hubungan makhluk dengan penciptanya, yaitu Allah SWT.


Janganlah melihat Islam dari sisi yang sempit. Janganlah melihat islam dengan cara yang egois.


Jangan membenarkan tindakan kita atas dasar apapun, apalagi itu bertentangan dengan Alquran dan hadist. Karena kita manusia, letak segala kesalahan. Jangan mengatakan kita adalah manusia paling benar dan mulia, karena kemuliaan manusia hanya miliki Nabi Muhammad dan pada pengkut Islam yang menjalankannya sesuai dengan ajaran yang benar dan tepat, dan sesungguhnya Allah lah yang dapat menilainya.


Marilah temanku dan sabahatku, kita selalu berkoreksi diri. Iman itu bisa berkurang bisa pula bertambah.

Saya pun merasakan, ada kalanya saya merasa iman saya sedang meningkat, saat kondisi seperti itu, serasa Allah ada bersama saya. Namun ada masa kondisi saya sedang down, turun iman, turun kepercayaan hidup. Saya mengalami stress dan depresi. Ada masanya saya mengalami masa bejad, masa yang sangat jauh dari tuntunan agama. Tetapi inilah hidup saya, hidup yang mau tak mau harus saya jalani. Hidup terus berjalan dan berputar. Tidak bisa kita prediksi. Manusia berencana Tuhan yang menentukan.

Lihatlah kedalam jiwa kita masing-masing, seberapa besar iman kita.


“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah, gemetarlah hati-hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah iman bereka, dan kepada Rabb mereka itulah mereka bertawakkal.” (QS. Al Anfal [8]: 2)


dari ayat di atas, itulah salah satu cara mengukur iman kita.

Maka ukurlah dengan objectif, dan jangan banyak memberi alasan atas tindakan kita yang tidak di benarkan oleh agama.

Pahala dan Dosa memang adalah urusan Allah, dan Allah memerintahkan kita meninggalkan dosa dan mengerjakan apa saja yang berpahala, karena yang berpahala pastilah kebaikan.

Lihatlah semua manusia sebagai saudara, jangan pernah mau untuk di kotakkan.

Islam tidak mencari permusuhan, tetapi bila ada musuh, kita tidak boleh lari.

Hidup adalah menghadapi kenyataan dengan tindakan. Bukan sekedar berfikir dan berkhayal.

selamat berjuang kawan, selama menjalankan Ibadah Ramadhan.






Jangan lupa untuk saling bersilaturahmi, saling meminta maaf, dan memberi maaf. Kita tidak pernah mengetahui kapan akan membutuhkan orang lain, tetapi bagaimanapun hidup pasti akan membutuhkan orang lain. Waktu Terus berjalan, waktu adalah pedang, manfaatkan waktumu dengan sebaik-baiknya. Manfaatkan waktu sehatmu sebelum datang masa sakitmu. Jangan suka menunggu untuk melakukan kebaikan. Jangan lupa untuk meningkatkan kepedulian sosial, tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi kepada sesamanya, semama makhluk ciptaan Tuhan.


Semoga Bermanfaat!

--- >>> Pesan saya, Kunjungi juga Blog saya satunya, di Sini, dan  Jangan Lupa di Comment Artikel-artikel Blog Saya Teman, Thank!!! :)